_

Kamis, 03 Mei 2012

tugas B.indonesia 2 #softskill


"Sistem Informasi Penjualan Pada Catrock Distro"



BAB I
PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang Masalah
Pada saat ini perkembangan informasi telah berkembang dengan sangat pesat,
oleh karena itu sudah banyak pula perusahaan-perusahaan atau instansi-instansi yang
menggunakan sistem informasi untuk meningkatkan usahanya.
Cara untuk meningkatkan usaha suatu perusahaan ialah dengan cara
membangun sistem informasi yang baik. Dan syarat untuk membangun sistem
informasi yang baik yaitu adanya kecepatan dan keakuratan untuk memperoleh
informasi yang dibutuhkan. Komputer adalah suatu alat yang dapat menyimpan data,
mengolah data, dan memberikan informasi yang diinginkan secara tepat dan akurat
yang berguna bagi perusahaan untuk kemajuan usahanya.
Pada Catrock Distro, pencatatan dan pengolahan data barang, jumlah dan
harga barang, data para supplier, serta data transaksi penjualan masih dilakukan
dengan menggunakan tulisan tangan. Hal ini dapat dikatakan kurang efektif dan
efisien, dikarenakan sulit untuk mencatat dan menghitung banyaknya jenis barang
yang ada, banyaknya jumlah barang, maupun besarnya jumlah harga. Banyaknya
jumlah barang yang dijual dan tingkat keramaian pembeli dapat mengakibatkan
penjual mengalami kesulitan untuk mengelola dan menghitung transaksi penjualan
secara cepat, tepat, dan efisien.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mencoba untuk menyusun Tugas
Akhir dengan judul “Sistem Informasi Penjualan Barang Pada Catrock Distro”.

 

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis mengidentifikasikan
permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana suatu perusahaan dapat mengolah data dengan mudah, tepat,
dan teratur?
2. Bagaimana membangun suatu sistem informasi penjualan barang untuk
sebuah perusahaan, dimana suatu sistem informasi tersebut dapat
membantu memasukkan data barang, supplier dan transaksi penjualan
barang, serta pencarian data barang, supplier dan penjualan barang
secara terkomputerisasi.
3. Bagaimana membuat suatu laporan dari transaksi penjualan barang yang
terjadi secara terkomputerisasi?


1.3 Batasan Masalah
Permasalahan dibatasi pada pembuatan sistem informasi penjualan barang,
khususnya pada pengelolaan data transaksi penjualan barang. Dimana pada satu
nomor nota hanya dapat memuat satu jumlah barang, tidak dapat memuat lebih dari
satu jumlah barang. Dan penyediaan fasilitas-fasilitas lainnya yang dapat
mempermudah pengelolaan transaksi penjualan dan mempermudah dalam pembuatan
laporannya.

1.4 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud penyusunan Tugas Akhir ini adalah :
·Sebagai sarana untuk mempermudah pengelolaan data penjualan barang
pada Catrock Distro.
·Mengubah pengelolaan data penjualan barang yang masih dikelola
dengan menggunakan tulisan tangan menjadi terkomputerisasi.
Adapun tujuannya :
·Menyediakan interface yang dapat mempermudah user dalam mengolah
data penjualan barang dan memperoleh informasi yang berkaitan dengan
kegiatan penjualan barang tersebut.

·Menyediakan sarana untuk admin dalam proses pengolahan dan
penampilan data barang, supplier dan transaksi penjualan barang dari
basis data.


1.5 Metode Penulisan
Dalam penyusunan laporan ini, penulis menggunakan beberapa metode
penelitian, antara lain :
· Studi lapangan atau Observasi
Yaitu penulis mengadakan pengamatan langsung melalui internet untuk
mencari dan melihat tentang pembahasan yang dimaksud.
· Studi literatur
Yaitu pengumpulan data dengan cara membaca buku-buku dan literatur
yang tertulis dan lainnya yang berhubungan dengan masalah yang
dibahas. 


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA




2.1 Konsep Dasar Sistem
Sistem dapat didefinisikan menurut dua kelompok pendekatan sistem,
yaitu yang melakukan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen
atau elemen. Definisi sistem berdasarkan pendekatan yang menekankan pada
prosedur adalah sebagai berikut :
“Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu” (Jogiyanto
H.M, 2002 : 4)
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau
komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :
“Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk
mencapai tujuan tertentu” (Jogiyanto H.M, 2002 : 683)



Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu memiliki
komponen-komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungan luar
sistem (environment), penghubung (interprest), masukan (input), keluaran
(output), pengolah (process) dan sasaran (objective) dan tujuan (goal).




1.Komponen Sistem (System Components)
Komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu sub
sistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem baik besar
maupun kecil, selalu mengandung komponen-komponen atau
subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari
sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi
proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai
suatu yang lebih besar yang disebut supra system.
2.Batas Sistem (System Boundary)
Batas sistem merupakan daerah-daerah yang membatasi antara satu
sistem dengan sistem lainnya dengan lingkungan luarnya. Batas
sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu
kesatuan. Batas suatu sistem menujukkan ruang lingkup (scope) dari
sistem tersebut.
3.Lingkungan Luar Sistem (System Environment)
Lingkungan luar sistem dari suatu sistem adalah apapun di luar batas
dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem yang dapat bersifat
menguntungkan dan dapat pula merugikan sistem tersebut.
Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem
yang harus dijaga dan dipelihara. Sedangkan yang merugikan harus
ditahan dan dikendalikan, karena akan mengganggu kelangsungan
hidup sistem.

4.Penghubung Sistem (System Interprest)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu sub
sistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini
memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke
subsistem yang lainnya. Dengan penghubung akan terjadi interaksi
antar subsistem, sehingga membentuk satu kesatuan.
5.Masukan Sistem (System Input)
Masukan adalah suatu energi yang dimasukkan ke dalam sistem.
Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan
masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang
dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Contoh
maintenance input di dalam sistem komputer adalah program, yang
digunakan untuk mengoperasikan komputer. Sedangkan signal input
adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh
signal input di dalam sistem komputer adalah data, yang dapat diolah
menjadi informasi.
6.Keluaran Sistem (System Output)
Keluaran (Output) merupakan hasil dari energi yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.

7.Pengolah Sistem (System Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu
sendiri sebagai pengolahnya, yang bertugas untuk merubah masukan
menjadi keluaran.
8.Sasaran Sistem (System Objective)
Suatu sistem pasti memiliki tujuan (goal) atau sasaran (objective).
Suatu operasi sistem akan berguna dan berhasil apabila mencapai
sasaran atau tujuannya. Sasaran sistem sangat menentukan masukan
yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.



2.2 Konsep Dasar Data dan Informasi
2.2.1Data
Data adalah kumpulan dari fakta-fakta, kejadian-kejadian yang dapat
berupa simbol, angka, huruf, dan lain-lain yang berguna bagi suatu pengolahan
data (proses) atau sebagai masukan (input) bagi suatu proses. Data merupakan
deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.

2.2.2Informasi
Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi,
organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu,
dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya.
Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu



subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai
hasil pengolahan atau pemrosesan data.
Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata, tetapi data
merupakan bentuk yang masih mentah dan belum dapat memberikan arti banyak
bagi pemakai, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk menghasilkan informasi
yang dibutuhkan. Dengan kata lain informasi adalah hasil dari pengolahan data.




2.2.2.1Kualitas Informasi
Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan 3 hal, yaitu :
a.Relevan (relevancy)
Relevan berarti informasi harus memberikan manfaat bagi
pemakainya. Relevansi informasi berbeda-beda untuk tiap-tiap orang
satu dengan yang lainnya.
b.Akurat (accuracy)
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau
menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
Ketidakakuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data)
mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau
merubah data-data asli tersebut. Komponen akurat : lengkap
(completeness), benar (correctness), aman (security).



c.Tepat waktu (timeliness)
Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat
(usang). Informasi yang using tidak mempunyai nilai yang baik,
sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan
akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan.
Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu infomasi,
sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi terbaru.


 
BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN



3.1 Analisis Sistem
Dalam membuat suatu program, kita tidak mungkin bisa lepas dari bagian
analisis dan perancangan program tersebut. Karena dengan menganalisis program
yang kita buat, kita dapat mengetahui alur dari arus informasi yang dikelola oleh
program kita. Dan dengan merancang program terlebih dahulu, kita dapat
mengetahui gambaran kasar dari program yang kita buat itu akan mudah atau
menyulitkan user yang akan menggunakan program kita. Maka dari itu, ada
beberapa cara yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang akan
dirancang dalam perkembangan program aplikasi ini diantaranya adalah Diagram
Konteks dan Diagram Alir Data (DFD).



3.1.1Diagram Konteks (Context Diagram)
Diagram konteks merupakan gambaran keseluruhan dari suatu sistem
informasi. Diagram konteks yang merupakan gambaran dari sistem informasi 
penjualan barang pada Catrock Distro adalah sebagai berikut :
 
Di dalam diagram konteks sistem informasi penjualan ini terdapat tiga
entitas, yaitu supplier, customer dan pemilik. Supplier memberikan data barang ke
dalam sistem, yang berisi nama barang, harga jual barang dan jumlah barang yang
dimasukkan, yang selanjutnya akan diproses di dalam sistem informasi penjualan.
Kemudian sistem informasi penjualan akan menghasilkan keluaran yang berupa
bukti transaksi yaitu nota hasil transaksi penjualan yang akan diberikan kepada
customer, laporan penjualan barang supplier yang akan diberikan kepada supplier,
dan laporan keseluruhan yang akan diberikan kepada pemilik.



3.1.2Diagram Alir Data (Data Flow Diagram / DFD) 
Diagram alir data sistem informasi penjualan barang pada Catrock Distro adalah sebagai berikut :

Pada Data Flow Diagram level 0 ini terdapat 4 proses, antara lain:
1.Proses 1.0 yaitu proses pengecekan barang, harga dan jumlah. Daftar
barang, harga dan jumlah yang diberikan oleh supplier di cek terlebih
dahulu, untuk disesuaikan dengan jumlah barang yang ada, kemudian
di simpan di dalam suatu file yaitu file barang.

2.Proses 2.0 yaitu proses pencatatan barang, harga dan jumlah. Di dalam
proses ini dilakukan kegiatan pencatatan nama barang, harga jual
barang, dan jumlah barang yang tersedia. Setelah dicatat, data
disimpan dalam file barang.
3.Proses 3.0 yaitu proses transaksi penjualan barang. Di dalam proses ini
data penjualan barang yang berupa nama barang yang terjual, jumlah
barang dan total penjualan barang akan diolah sehingga menghasilkan
bukti transaksi yang akan diberikan kepada customer. Kemudian data
dari seluruh transaksi penjualan akan diberikan ke proses 4.0 untuk
dibuat laporannya.
4.Proses 4.0 yaitu proses pembuatan laporan. Seluruh data transaksi
penjualan dan data barang, harga dan jumlah kemudian diolah untuk
dibuat laporannya. Laporan yang dihasilkan berupa laporan penjualan
barang supplier yang akan diberikan kepada supplier dan laporan 
keseluruhan yang akan diberikan kepada pemilik.
BAB IV
IMPLEMENTASI DAN HASIL





4.1 Tampilan Utama Program
Pada saat program penjualan ini digunakan oleh user, maka akan tampil
halaman utama dari program ini. Sesuai dengan ID yang dimasukkan di halaman
inilah yang akan memberikan user menu-menu menurut hak yang dimilikinya.
Di dalam form login ini terdapat 3 button, yaitu :
1.Yes, apabila ID dan password yang dimasukkan sesuai, maka button ini
berfungsi untuk masuk ke dalam form awal dan dapat menggunakan
program penjualan ini.
2.No, berfungsi untuk keluar dari form dan program penjualan ini.
3.Daftar, berfungsi untuk masuk ke dalam form daftar, yang berguna
bagi user baru untuk mendaftarkan ID dan passwordnya agar dapat
menggunakan program penjualan ini.






Gambar 4.1 Tampilan Form Login







4.2 Proses Sistem Informasi Program Penjualan
Dalam program penjualan ini, proses dibagi menjadi dua bagian, yaitu
proses yang dilakukan user dan proses yang dilakukan admin .
4.2.1User
a.Daftar
Melalui form daftar ini user dapat mendaftarkan ID dan passwordnya, agar
dapat masuk ke dalam program ini. User hanya dapat menambahkan ID dan
password yang akan ia daftarkan. User tidak dapat melihat, mengedit dan
menghapus data ID dan password yang dimiliki oleh user lain.






Gambar 4.2 Tampilan Form Daftar Bagi User




Di dalam form daftar ini terdapat 6 button, yaitu :
1.Tambah, berfungsi untuk menambah data ID dan password yang
terdaftar.
2.Edit, berfungsi untuk mengedit data ID dan password yang baru user
masukkan.

3.Simpan, berfungsi untuk menyimpan data ID dan password yang
didaftarkan ke dalam tabel login, agar user dapat masuk dan
menggunakan program penjualan ini.
4.Batal, berfungsi untuk membatalkan perintah sebelumnya.
5.Hapus, bagi user yang memiliki hak sebagai user, button hapus ini
akan invisible (tidak terlihat), sehingga user tidak dapat menghapus
data ID dan password yang ada.
6.Keluar, berfungsi untuk keluar dari form daftar. Bagi user yang baru
mendaftarkan ID dan passwordnya, button keluar berfungsi untuk 
kembali ke form login


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN





5.1 Kesimpulan
Setelah penulis berhasil merancang dan membuat sistem informasi penjualan
barang dengan menggunakan software Borland Delphi 2005 dan Microsoft Access
2007, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, yaitu :
1.Sistem informasi penjualan barang ini dapat menjadi salah satu solusi
yang dapat digunakan untuk mempermudah penjual dalam mengolah data
penjualan barang, serta membuat laporan penjualan barang dengan lebih
mudah, cepat dan efisien.
2.Hasil pengolahan data-data pada sistem informasi penjualan barang
berupa laporan data barang, laporan data supplier, laporan data penjualan
barang dan nota transaksi penjualan barang.
3.Hubungan Delphi sebagai pembuat interface utama dan Microsoft Access
sebagai basis datanya terbukti dapat menghasilkan suatu program aplikasi
yang mempunyai tampilan menarik dan dinamis.




5.2 Saran
Setelah sistem informasi penjualan ini dibuat ada beberapa saran dari penulis
yang berhubungan dengan sistem informasi ini :
1.Agar sistem informasi penjualan barang ini dapat ditampilkan dengan
optimal, maka perlu didukung oleh hardware dan software yang
memadai, seperti sistem operasi Windows 98, XP atau 2000, harddisk,
RAM, Borland Delphi 2005 dan lain-lain.
2.Sistem informasi ini dapat dikembangkan lagi dengan menambahkan
fasilitas-fasilitas lain yang dapat membuat sistem menjadi lebih optimal.
3.Basis data yang digunakan sebaiknya selalu mengalami perubahan dalam
periode tertentu agar selalu up to date.

Adobe After Effect

Adobe After Effect adalah program pengolah video editing. Fungsi Adobe after Effect adalah digunakan untuk mengolah dan menambahkan efek - efek khusus dalam pembuat video acara -acara seperti pernikahan, maupun pembuatan iklan di industri perTVan (broadcast).

Cara memulai program After Effect CS3
- Pada waktu menginstal program After Effect ini saya sendiri pertama kali dibuat bingung, bagaimana memulainya? apa yg harus saya lakukan dengan program ini? apakah saya bisa memakainya? dan beberapa pertanyaan lainnya, akhirnya dengan sedikit kesabaran dan ketelatenan saya mulai bisa menguasai sedikit
berikut ini cara membuat lembar kerja baru di Adobe After Effect:
disini menggunakan After Effect CS3
1. Pada Windows Klik Start >> All Program >> Adobe After Effect CS3

+ MENU UTAMA
Tempat kumpulan menu - menu untuk mengakses fitur yang ada di AE CS3 terdiri dari File, Edit, Composite, Layer, Effect, Animation, dll

+ TOOL BAR
Tempat alat - alat untuk mengEdit Video nantinya seperti Zoom, Teks, Shape, Clone, dll

+ LIBRARI dan EFEK VIEW
Tempat file source dan juga tampilan efek yang akan dimunculkan di Video anda. Ini adalah tempat semua impor Komposisi, Video, Audio, Graphics dll

+ KUMPULAN PALLETE
Ada beberapa seperti Time, Audio, Efek dll. Ini panel yang besar namun tidak sepenuhnya diperlukan untuk penggunaan dasar. Hal ini dapat ditutupi di Tutorial yang akan datang.

+ KOMPOSISI
Menampilkan isi frame untuk komposisi yang dipilih

+ DETAIL EFEK dan LAYERS
Seperti halnya program desain grafis lainnya, Palette ini digunakan untuk Navigasi anda dalam mengedit Video serta memberikan sentuhan permainan LAYER MODE, BLEND MODE, maupun MASKING untuk menggabungkan 2 gambar atau lebih sehingga terlihat menjadi 1 tampilan Animasi

+ TIMELINE
Timeline adalah fungsinya menampilkan durasi dan panjang video serta tampilan layer dan keyframe anda

2. klik Composition >> New Composition


nah akan muncul seperti ini:

Penjelasan Setting Composition di After Effect CS3
A. Berikan nama Komposisi Anda [sesuatu yang sedikit lebih deskriptif dari "Comp satu" misal nama project anda]
B. Atur tahap yang diperlukan dimensi Anda jika Anda tahu spesifik Ukuran Video anda [ini bisa diubah nanti jika diperlukan]
C. Set Pixel Rasio Aspek untuk Square Pixel karena ini akan menjadi Flash
D. Mengatur frame rate AE untuk menyesuaikan frame rate yang ingin Anda gunakan dalam Flash
E. Tetapkan durasi Anda diperlukan Komposisi [ini juga bisa diubah nanti jika diperlukan].
Klik OK

Adobe Photoshop


Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 dan versi yang terakhir (keduabelas) adalah Adobe Photoshop CS5.
Photoshop tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS; versi 9 ke atas juga dapat digunakan oleh sistem operasi lain seperti Linux dengan bantuan perangkat lunak tertentu seperti CrossOver.
Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.

Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan-Adobe lainnya. File format asli Photoshop, .PSD, dapat diekspor ke dan dari Adobe ImageReady. Adobe Illustrator, Adobe Premiere Pro, After Effects dan Adobe Encore DVD untuk membuat DVD profesional, menyediakan penyuntingan gambar non-linear dan layanan special effect seperti background, tekstur, dan lain-lain untuk keperluan televisi, film, dan situs web. Sebagai contoh, Photoshop CS dapat digunakan untuk membuat menu dan tombol (button) DVD.

Photoshop dapat menerima penggunaan beberapa model warna:
*          RGB
*          Lab color
*          CMYK
*          Grayscale
*          Bitmap
*          Duotone

Resolusi pada Photoshop



Pada pembuatan document baru untuk Photoshop secara default adalah color mode, RGB resolusi adalah 72 pixel/inch. Bagi disain pemula mungkin belum begitu mengerti tentang color mode RGB resolusi tsb. karena dengan resolusi  72 pixel/inch akan berakibat image kurang maximal untuk cetak/offset dengan Lpi 150/175. Untuk standar cetak pada umumnya file Photoshop adalah resolusi 300 pixel/inch, bukan per cm untuk pemakaian file 100%.

Perbandingan Resolusi 72 dpi dengan 300dpi

Memang untuk tampilan di monitor untuk file resolusi 72 dpi atau 300 dpi tidak begitu kelihatan, tapi untuk hasil cetak 150/175 lpi jauh berbeda. Sedangkan untuk color mode RGB dengan CMYK akan menghasilkan warna yang berbeda pada hasil cetaknya. Dengan begitu kalau  misalkan anda disain mungkin kalau boleh saya sarankan untuk file Photoshop color mode CMYK dan Resolusi 300 DPI.

Rabu, 25 April 2012

Pengaruh Bahasa Gaul terhadap perkembangan Bahasa Indonesia

Seiring dengan perkembangan zaman ke zaman khususnya di Negara Indonesia semakin terlihat pengaruh yang diberikan oleh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia dalam penggunaan tata bahasanya. Penggunaan bahasa gaul oleh masyarakat luas menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa pada saat sekarang dan masa yang akan dating. Dewasa ini, masyarakat sudah banyak yang memakai bahasa gaul dan parahnya lagi generasi muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul ini. Bahkan generasi muda inilah yang banyak memakai bahasa gaul daripada pemakaian bahasa Indonesia. Untuk menghindari pemakaian bahasa gaul yang sangat luas di masyrakat, seharusnya kita menanamkan kecintaan dalam diri generasi bangsa terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Dalam pergaulan internasional, bahasa Indonesia mewujudkan identitas bangsa Indonesia. Seiring dengan munculnya bahasa gaul dalam masyarakat, banyak sekali dampak atau pengaruh yang ditimbulkan oleh bahasa gaul terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa diantaranya sebagai berikut :

1.   Eksistensi Bahasa Indonesia Terancam Terpinggirkan Oleh Bahasa Gaul Berbahasa sangat erat kaitannya dengan budaya sebuah generasi.
Kalau generasi negeri ini kian tenggelam dalam pembususkan bahasa Indonesia yang lebih dalam, mungkin bahasa Indonesia akan semakin sempoyongan dalam memanggul bebannya sebagai bahasa nasional dan identitas bangsa. Dalam kondisi demikian, diperlukan pembinaan dan pemupukan sejak dini kepada generasi muda agar mereka tidak mengikuti pembusukan itu. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa tercermin pada perilaku masyarakat yang mulai meninggalkan bahasa Indonesia dan terbiasa menggunakan bahasa gaul. Saat ini jelas di masyarakat sudah banyak adanya penggunaan bahasa gaul dan hal ini diperparah lagi dengan generasi muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul. Bahkan, generasi muda inilah yang paling banyak menggunakan dan menciptakan bahasa gaul di masyarakat.

2.     Menurunnya Derajat Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia masih sangat muda usianya dibandingkan dengan bahasa lainya, tidak mengherankan apabila dalam sejarah pertumbuhannya, perkembangan bahasa asing yang lebih maju. Seperti kita ketahui bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini dikuasai oleh bangsa-bangsa barat. Merupakan hal yang wajar apabila bahasa mereka pula yang menyertai penyebaran ilmu pengetahuan tersebut ke seluruh dunia. Indonesia sebagai Negara yang baru berkembang tidak mustahil menerima pengaruh dari Negara asing. Kemudian masuklah ke dalam bahasa Indonesia istilah-istilah kata asing karena memang makna yang dimaksud oleh kata-kata asing tersebut belum ada dalam bahasa Indonesia. Sesuai sifatnya sebagai bahasa represif, sangat membuka kesempatan untuk itu. Melihat kondisi seperti ini, timbullah beberapa anggapan yang tidak baik. Bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa yang miskin, tidak mampu mendukung ilmu pengetahuan yang modern. Pada pihak lain muncul sikap mengagung-agungkan bahasa inggris dan bahasa asing lainnya. Dengan demikian timbul anggapan mampu berbahasa inggris atau bahasa asing merupakan ukuran derajat seseorang. Akhirnya motivasi untuk belajar menguasai bahasa asing lebih tinggi daripada belajar dan menguasai bahasa sendiri. Kenyataan adanya efek social yang lebih baik bagi orang yang mampu berbahasa asing daripada berbahasa Indonesia, hal ini lebih menururnkan lagi derajat bahasa Indonesia di mata orang awam atau orang asing.

Peranan Bahasa Indonesia Dalam Pengembangan IPTEK di Era Globalisasi



Derasnya arus globalisasi di dalam kehidupan kita akan berdampak pula pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia mau tidak mau harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi.  Konsep – konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, yang dalam itu, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan iptek itu.

Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) iptek tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berfikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).

Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
1.      Lambang kebanggaan kebangsaan
2.      Lambang identitas nasional
3.      Alat perhubungan antar warga, antar daerah, dan antar budaya
4.   Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai – bagai suku bangsa dengan latar belakang social budaya dan bahasanya masing – masing kedalam kesatuan kebangsaan Indonesia.

Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa berfungsi sebagai wahana untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan sekecil – kecilnya, sehingga kita dapat menguasai ilmu tersebut.
Pada saat ini, penggunaan bahasa pengantar pada buku-buku yang dipakai dalam memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi pun banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Hal ini berbanding terbalik dengan bahasa Indonesia yang perkembangannya tak seimbang dengan perkembangan budaya masyarakatnya. Oleh sebab itu, walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan.
Dengan digunakannya bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, salah tafsir atau makna ganda sedapat mungkin dihindari karena kata yang dipakai umumnya lebih bersifat denotatif daripada konotatif, ungkapan yang dipakai sederhana dan tanpa basa – basi. Di samping itu, kejelasan tuturan ditandai dengan urutan keterangan yang saling berhubungan dan mudah dipahami oleh pembaca, yaitu :
  1. Ringkas, bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi mengharuskan uraian yang padat, tetapi tidak dengan memendekkan atau menggunakan akronim, lebih-lebih yang tidak dikenal umum.
  2. Lengkap, bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi tidak membiarkan pembaca bertanya-tanya tentang maksud suatu pernyataan. Sebaliknya, yang sudah nyata atau tidak perlu diulang-ulang atau diberi tekanan khusus. Semua data yang perlu haruslah ada. Sedangkan yang berlebih-lebihan haruslah ditinggalkan.
  3. Sederhana, ditandai dengan kosakata yang tidak bermuluk-muluk dan sintaksis yang tidak berbelit-belit.
  4. Keutuhan dan Unity yang dapat dilihat dari hubungan yang baik dan logis antara bagian-bagian karangan, sehingga keseluruhan hubungan yang baik dan logis tetap tampak. 
  5. Keruntutan atau Coherence, yang berarti adanya keterpautan makna di dalam suatu karya tulis. Keterpautan makna ini dapat dicapai dengan menyusun kalimat-kalimat logis dan kronologis serta berdasarkan urutan pentingnya kalimat. Kalimat yang satu dapat diperjelas dengan makna kalimat yang lain, baik yang mendahului maupun yang mengikutinya. 
  6. Tidak menggunakan Implikatur, suatu hal baru diterangkan sejelas mngkin tanpa menggunakan implikasi seperti yang banyak terdapat dalam bahasa lisan sehari-hari.
  7. Inferensi, yang akan mungkin dibuat oleh pembaca diarahkan oleh penulis, sehingga memungkinkan adanya interpretasi yang sama bagi para pembaca.
  8. Disediakan ringkasan isi agar terdapat kesesuaian antara penulis dan pembaca.
  9. Proposisi yang diciptakan disesuaikan dengan tingkat pengetahuan pembaca.
  10. Ketelitian, merupakan ciri khas ilmu pengetahuan dan teknologi. Ciri ini kita temukan pula dalam pengungkapan profesional, artinya penuturan dengan kata. Ketelitian tidak hanya menyangkut hal yang besar, tetapi hal yang kecil pun harus diperhatikan. Ketelitian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi menyangkut penggunaan data, penerapan rumus, penerapan nama orang, nama tempat, dan nama alat, bahkan ejaan dan tanda baca. Ketelitian dalam pemakaian lambang dan satuan.

Jumat, 13 April 2012

Quoted speech and Reported speech

Quoted Speech
Here what a person says appears within quotation marks ("...") and should be word for word.
Example :
She said, "Today's lesson is on presentations."
Or "Today's lesson is on presentations," she said.

 Reported Speech
Reported speech doesn't use quotation marks to enclose what the person said and it doesn't have to be word for word.
When reporting speech the tense usually changes. This is because when we use reported speech, we are usually talking about a time in the past (because obviously the person who spoke originally spoke in the past). The verbs therefore usually have to be in the past too.
Example :
                  Quoted Speech                                                     Reported Speech
Will                                                                       Would
She said, "I'll teach English online tomorrow.”                                She said she would teach English online tomorrow.
Can                                                                      Could
She said, "I can teach English online."                                           She said she could teach English online.
Must                                                                    Had to
She said, "I must have a computer to teach English online."         She said she had to have a computer to teach English online.
Shall                                                                   Should
She said, "What shall we learn today?"                                         She asked what we should learn today.
May                                                                      Might
She said, "May I open a new browser?"                                         She asked if she might open a new browser.